HMPS Pendidikan Kimia Mengadakan Seminar Motivasi Online (Sempolan) Ke 2

Divisi Eksperimen Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (CEO) berhasil mengadakan acara Sempolan (Seminar Motivasi Online) yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 16 mei 2020 dan pada pukul 13.00 WIB. Sama seperti sempolan yang pertama, kegiatan ini juga dilaksanakan di grup WhatsApp. Kegiatan ini bertema “Lawan Covid-19 dengan meningkatkan Imunitas dan Mental selama Learn From Home (LFH)”  dengan Pemateri Amrina Rasyada, S.Kep.,Ns.,M.Kep, beliau saat ini sedang menjadi relawan Perawat Penguatan Mental di RSUD Siti Fatimah. Kegiatan ini dibuka untuk umum dan peserta yang mendaftar mencapai kurang lebih 500 orang  dari seluruh wilayah di Indonesia dan dari berbagai jenjang.

Beliau menyampaikan materi mengenai bagaimana cara kita menyikapi wabah covid-19, bahwasanya kita juga harus menjaga pikiran dan jiwa kita agar tetap waras. Dan perlu diingat, kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Ketika kamu piker kamu bisa, kamu mampu, kamu sehat, maka itulah yang akan kamu tuju dan akan terjadi. Sebaliknya, ketika kita cemas, khawatir, stress, kesal, maka perasaan itulah yang akan menjebak kita. Kita tidak tahu kapan pandemic ini berakhir, yang pasti hidup harus tetap berjalan, dan mari bergandengan tangan agar tetap kuat dan menjadi pemenang. Kita bisa! Kita mampu melewati covid-19 ini bersama! “Ujar Pemateri”

Setelah pemaparan materi sesi berikutnya yaitu sesi Tanya jawab syang begitu interaktif. Berikut beberapa pertanyaan dari peserta pada sesi pertama

Shelly Pradila asal Lahat dari UNISA mengajukan pertanyaan “bagaimana kita meyakini masyarakat yang awam mengenai pandemic ini karena banyak yang terlalu panik hingga obsesinya dan pikirannya terlalu kemana yang membuat mereka berfikiran negatif.

Pemateri menjawab bahwa kita tetap memberitahunya cara pencengahannya, yaitu cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, mandi setelah keluar rumah, hindari berkumpul, dan tidak sering menonton berita negatif di TV. Intinya kasih link berita positif, misalnya pasien sembuh, Negara yang sudah gak lock down lagi, dan tetap jaga kesehatan, karna yang ditakuti itu virusnya, bukan orangnya.

Pertanyaan kedua dari Laely Widya asal Jawa Tengah mengajukan pertanyaan “bagaimana cara yang harus kita lakukan supaya tidak mudah bosan berada di rumah dalam masa pandemi ini?”

Pemateri menjawab cara agar kita tidak bosan dirumah yaitu

  1. Lakukan apa yang kamu senangi
  2. Sering interaksi via phone/sosmed dengan keluarga dan teman
  3. Buat agenda harian apa yang ingin kamu lakukan

Selanjutnya pertanyaan pada sesi kedua

Ngesti Dewi Kirana asal Sidoarjo dari IAIN Kediri mengajukan pertanyaan “mengenai peningkatan ikatan emosi dalam keluarga dan kelompok sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan kesehatan jiwa dan psikososial. Bagaimana cara yang efektif untuk meningkatkan ikatan emosi dalam keluarga dan kelompok tersebut?”

Pemateri menjawab cara yang efektif dilakukan yaitu sering berkabar, jarak boleh jauh, namun hati jangan!.

Pertanyaan yang terakhir dari Siti Patimah asal Sukabumi dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi mengajukan pertanyaan “bagaimana mengatasi seseorang yang kesulitan untuk tidur. Apalagi pada masa pandemic seperti ini”

Pemateri menjawab sebelum tidur, minimal 1 jam sebelum tidur stop memegang hp, tidurnya dipersiapkan seperti cuci kaki, berdoa dan mengistirahatkan pikiran. (CEO)

Tulisan Dosen LB Program Studi Pendidikan Kimia UIN Raden Fatah Palembang (Kemas A. R. Panji) terbit di tribunsumselwiki.tribunnews.com

Diberitakan Tribuntribunsumselwiki.com bapak Kemas A.R. Panji Dosen LB pada Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang sekaligus Sejarahwan Sumatera Selatan (Sumsel) menuliskan sebuah catatan kecil terkait bilangan angka dalam ilmu hitung melayu palembang masa lalu. Berikut artikel lengkap yang dikutip langsung di https://tribunsumselwiki.tribunnews.com/

Pada Minggu (5/4/2020) media Sriwijaya Post yang merupakan Grup Tribun membuat tulisan yang menarik dengan judul “Mengenal Satuan Bilangan dalam Naskah Palembang”.

Dengan narasumber Dr Muhammad Adil, MA yang mengatakan bahwa Palembang sebagai kota tertua di Indoensia memiliki hasanah kekayaan budaya yang luar biasa banyaknya, tidak terkecuali dengan satuan bilangan yang digunakan dan dipraktikkan oleh masyarakat sebagai alat komunikasi, baik tutur maupun tulisan.

Dr M Adil juga mengupas tentang satuan bilangan “Laksa dan Keti” yang ia dan kawan-kawan di majelis reboan menemukan banyak istilah-istilah yang mungkin sulit untuk dipahami saat ini.

Sayangnya dalam tulisan dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah serta Pemerhati dan Peneliti Naskah Palembang ini, beliau tidak menguraikan bilangan angka secara lengkap yang mungkin akan berguna untuk generasi milenial saat ini.

Sepertinya Muhammad Adil hanya fokus terhadap bilangan Laksa dan Keti saja, maka atas dasar inilah Dosen LB pada Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang sekaligus Sejarawan Sumatera Selatan (Sumsel) Kemas AR Panji bin Kemas M Idrus Achmad mencoba untuk menuliskan sebuah catatan kecil untuk menjelaskan lebih rinci.

Menurutnya, Palembang sebagai kota tertua di Indoensia tentu banyak memiliki hasanah budaya yang tinggi nilainya.

“Atas dasar inilah saya coba untuk menuliskan sebuah catatan kecil dalam rangka melengkapi tulisan sebelumnya,” katanya, Jumat (17/4/2020).

Berikut ini adalah bilangan angka yang akan diuraikan secara lengkap, yang mungkin berguna untuk generasi milenial saat ini.

“Dalam beberapa naskah yang ada di Palembang bila kita membacanya, para peneliti dan pembaca naskah akan ketemu dengan bilangan angka yang terdiri dari beberapa kelompok bilangan. Seperti Satuan, Puluhan, Belasan, Likuran, Ratusan, Ribuan serta Laksa dan Keti,” jelasnya.

Silakan ikuti satuan bilangannya sebagai berikut :

 

 

• Satuan : 1 (Satu), 2 (Dua), 3 (Tiga), 4 (Ampat), 5 (Lima), 6 (Anam), 7 (Tuju[h]), 8 (Delapan / Lapan), 9 (Sembilan / Semilan).

Namun saat ini di Palembang “Rikinan / hitungan” Angka satuan yang populer dalam bahasa Palembang di masyarakat Palembang adalah sebagai berikut :

1 (sikok / siyos / setunggal), 2 (duo / kale), 3 (tigo / telu), 4 (empat / sekawan),5 (limo /gangsal), 6 (enem / enam), 7 (tojo / pitu), 8 (lapan / wolu), 9 (semilan / songo), 10 (sepolo / sedoso / dasa).

• Untuk bilangan Puluhan akan ketemu : 10 (Sepuluh / Satu Nul / Sepuluh betul), 20 (Duapuluh), 30 (Tigapuluh), 40 (Ampatpuluh), 50 (Limapuluh), 60. (Anampuluh), 70 (Tujupuluh), 80 (Delapanpuluh), 90 (Sembilanpuluh).

• Sedangkan untuk bilangan Belasan ditulis : 11 (Sepuluhsatu), 12 (Sepuluhdua), 13 (Sepuluhtiga), 14 (Sepuluhampat), 15 (Sepuluhlima), 16 (Sepuluhanam), 17 (Sepuluhtuju), 18 (Sepuluhdelapan), 19 (Sepuluhsembilan).

“Ada hal yang menarik dalam bilangan angka dalam bahasa Melayu Palembang, kita akan ketemu dengan istilah Likuran yakni untuk bilangan angka diatas angka 20 duapuluh, (21 – 29 likur),” ungkapnya.

• Likuran : 21 (Selikur), 22 (Dualikur), 23 (Tigalikur), 24 (Ampatlikur), 25 (Limalikur), 26 (Anamlikur), 27 (Tujulikur), 28 (Delapanlikur), 29 (Sembilanlikur).

• Untuk ratusan dan Ribuan tidak ada perbedaan yang cukup signifikan dengan bilangan angka saat ini, lihat uraiannya Ratusan : 100 (Seratus), 200 (Duaratus), 300 (Tigaratus), 400 (Ampatratus), 500 (Limaratus), 600 (Anamratus), 700 (Tujuratus), 800 (Delapanratus), 900 (Sembilanratus).

• Untuk Ribuan : 1000 (Seribu), 2000 (Duaribu), 3000 (tigaribu), 4000 (Ampatribu), 5000 (Limaribu), 6000 (Anamribu), 7000 (Tujuribu), 8000 (delapanribu), 9000 (Sembilanribu).

Ada beberapa istilah khusus untuk bilangan angka yang berlaku di Masyarakat Palembang terutama dalam budaya tutur “obrolan” Wong Palembang, misalnya kata SELAWE untuk 25, kata SEKET untukk 50, SEWIDAK untuk 60 dan Tulunglawe untuk 75, untuk sebutan 150 diucapkan “Tengahduo = Seratus Lima Puluh”.

Sedangkan selanjutnya menggunakan istilah setengah, misalnya, 250 (duosetengah), 350 (tigosetengah), 450 (empatsetengah), 550 (limosetengah), 650 (enam setengah), 750 (tujuhsetengah, 850 (Lapansetengah), sampai ke 950 (semilansetengah).

Laksa dan Keti : untuk bilangan Puluhan Ribu dipakailah istilah LAKSA = 10.000 (Sepuluhribu), dan untuk bilangan Ratusan Ribu dipakailah istilah KETI = 100.000 (Seratusribu).

“Misalnya kita menemukan kata 40 Laksa ataupun 40 Keti maka ini dapatlah diartikan sebagai berikut bahwa 40 Laksa adalah 40 x 10.000 = maka nilainya sama dengan 400.000, sedangkan 40 Keti adalah 40 x 100.000 maka nilainya setara dengan 4 juta,” jelasnya.

Namun kata Juta sangat dan jarang ditemukan dalam tulisan pada naskah-naskah.

Maka tidaklah mengherankan jika Dr M Adil menyatakan dalam tulisannya di Sriwijaya Post (Minggu, 5/5/202) mengatakan “tidak ditemukan bilangan Juta”, karena nilai juta/jutaan adalah untuk sebutan bilangan yang sangat banyak.

Sebagai ilustrasi saja sampai saat ini masih ditemukan beberapan ungkapan terkait kata juta.

“…berjuta-juta bintang di langit artinya bahwa bintang di langit jumlahnya sangat banyak”.

Atau ungkapan “harta dan uang yang dimiliknya berjuta-juta, artinya Seseorang yang dimaksudkan harta kekayaan sangat banyak”.

“Demikianlah catatan kecil ini saya tulis untuk melengkapi apa yang sudah ditulis oleh penulis sebelumnya,” tutupnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunsumselwiki.com dengan judul Mengenal Bilangan Angka dalam Budaya Melayu Palembang, Begini Angka dan Penyebutannya, https://tribunsumselwiki.tribunnews.com/2020/04/17/mengenal-bilangan-angka-dalam-budaya-melayu-palembang-begini-angka-dan-penyebutannya?page=3.
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy

Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Kimia “Workshop Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan Prezi Video & Penyerahan Bantuan Mahasiswa Terdampak Covid-19”

Kamis, 30 April 2020 Program Studi Pendidikan Kimia melakukan kegiatan  pengabdian masyarakat secara online dengan tema “Workshop Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan Prezi Video Pembelajaran & Penyerahan Bantuan Mahasiswa Terdampak Covid-19. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan secara online ini merupakan salah satu solusi untuk tetap melaksanakan kewajiban Tri Dharma perguruan tinggi yang setiap semester rutin dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Kimia. Hal ini juga dilakukan karena adanya himbuan Work From Home (WFH) dari pemerintah sehingga tidak memungkinkan melaksankan pengabdian kepada masyarakat secara langsung. Pengabdian masyakarat secara online ini dirasa merupakan solusi yang tepat dilakukan mengingat wabah corona yang belum selesai. Dengan dilaksanakannya pengabdian masyarakat secara online, beberapa dosen Program Studi Pendidikan Kimia yang sedang berada di luar kota Palembangpun seperti Muara Enim dan Prabumulih dapat ikut terlibat. Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu 88 orang yang terdiri dari Mahasiswa dan Alumni Prodi Pend Kimia, Mahasiswa PAI FITK, Guru Kimia yang tergabung dalam GPMP Kimia Kota Palembang serta Guru PAI dari Kepulauan Bangka Belitung serta dosen FTK UIN Imam Bonjol Padang.

Bapak Muhammad Isnaini, M.Pd, selaku ketua Program Studi Pendidikan Kimia memberikan sambutan sekaligus membuka acara pengabdian kepada masyarakat secara online ini. Setelah acara dibuka Bapak Pandu Jati Laksono, M.Pd selaku moderator memandu acara dan mempersilahkan Bapak Moh. Ismail Sholeh, M.Pd menyampaikan Materi.

Bapak  Moh Ismail Sholeh, M.Pd menyampaikan garis besar pemaparannya yang meliputi  pengantar video pembelajaran, aplikasi prezi, cara membuat akun, membuat video dan membagian video. Beliau menjelaskan bahwa prezi adalah sebuah perangkat lunak untuk presentasi berbasis internet (SaaS). Selain untuk presentasi, Prezi juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi dan berbagi ide di atas kanvas virtual, serta membuat video interaktif. Beliau juga memberikan beberapa contoh video yang dibuat menggunakan prezi.

Selain itu beliau juga memberikan tutorial langsung bagaimana membuat akun gratis di Prezi dan juga cara menggunakan prezi. Peserta workshop dirumah masing-masing semangat untuk mengikuti petunjuk dari Bapak Moh. Ismail Sholeh, M.Pd. Kegiatan ini berlangsung lancar, banyaknya pertanyaan yang muncul dari peserta menunjukkan ketertarikan yang besar atas materi yang disampaikan.

Setelah selesai Acara workshop  pembuatan video pembelajaran menggunakan prezi video, Program Studi memberikan bantuan mahasiswa terdampak covid-19 secara simbolis.

Pemberian bantuan kepada mahasiswa ini diharapkan dapat meringkankan beban yang disebabkan oleh wabah covid-19 ini.

Semoga dengan adanya pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat dan semangat bekarya untuk menciftakan video pembelajaran yang dapat digunakan sebagai proses pembelajaran jarak jauh saat wabah covid-19 masih berlangsung (EJ).

Academic Writing “Penulisan Makalah dan Referensi Menggunakan Mendelay serta Sosialiasasi Jurnal Orbital”

Sabtu, 07 Maret 2020 Program Studi Pendidikan Kimia melaksanakan  kegiatan Academic Writing dengan tema “Penulisan Makalah dan Referensi Menggunakan Mendeley serta Sosialisasi Jurnal Orbital ” yang diperuntukan untuk mahasiswa angkatan 2019. Kegiatan ini dilaksanakan pada dua tempat yaitu ruang Prodi Pendidikan Kimia untuk mahasiswa angkatan 2019 B dan ruang Seminar Program Studi Pendidikan Kimia untuk mahasiswa angkatan 2019 A. Kegiatan ini dihadiri oleh semua dosen Program Studi Pendidikan Kimia, dan dibuka langsung oleh Bapak M. Isnaini, M.Pd selaku ketua Program Studi Pendidikan Kimia.

Pemateri pertama terkait pencarian referensi jurnal online dan pembuatan daftar pustaka disampaikan oleh  Bapak Pandu Jati Laksono, M.Pd dan Bapak Moh. Ismail Sholeh, M.Pd. Kedua pembicara menyampaikan cara pencarian referensi jurnal online yang dapat dilakukan dengan cara melalui google cendekia, perpustakaan online (perpstakaan nasional republik indonesia), mencari referensi di website science derect, mengirim email langsung ke penulis. Kedua pemateri juga menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan dalam membuat daftar pustaka  yaitu menggunakan format in- teks, menggunakan footnote dan menggunakan ednote (sama dengan footnote yaitu dia menambahkan informasi referensi tentang sumber yang dikutip). Ada beberapa macam kutipan yaitu kutipan langsung dan tidak langsung. Beliau juga menyampaikan cara penulisan daftar pustaka yaitu nama penulis, tahun, judul sumber tertulis dengan dicetak miring, tempat terbit, dan nama penerbit. Kedua pemateri memberikan tutorial terkait pembuatan daftar pustaka tersebut menggunakan mendeley.

Selanjutnya dilanjutkan oleh pemateri yang kedua tentang teknik penyusun makalah ilmiah yang disampaikan oleh Ibu Resti Tri Astuti, M.Pd. dan Ibu Etrie Jayanti, M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa makalah merupakan karya ilmiah yang di dalamnya memuat pikiran suatu topik masalah yang ditulis secara sistematis serta dianalisis secara rasional dan objektikif. Kerangka pembuatan makalah terdiri dari pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Sistematika dalam pembuatan makalah pendidikan kimia yaitu paper size A4, line spacing 1,5, font Time New Roman/Arial 12, dan margin: left 4, right 3, top 3, bottom 3.

Terakhir, dilakukan sosialisasi Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia oleh Ibu Raven Yurianty Pratiwi, S.Pd., M.Si. dan Ibu Etrie Jayanti, M.Pd. Kedua pemateri menjelaskan terkait bagaimana register dan melakukan submission di Orbital: Jurnal Pendididkan Kimia (AN/EJ).

Kuliah Iftitah dan Seminar Motivasi 2020 Prodi Pendidikan Kimia Bersama Zetrialdi Goeschie

17 Februari 2020 bertempat di Ruang Seminar lantai IV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Kimia melaksanakan kuliah iftitah dan seminar motivasi dengan tema “Peluang Kerja Kewirausahaan di Era Milenial 4.0 Menuju Indonesia Maju: Jiwa Entrepeneur Telah Tanamkan Setiap Orang” dengan narasumber H. Zatrialdi Goechie.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan II, Ketua Prodi Pendidikan Kimia, Kabag dan Kasubag lingkungan FITK, Ketua Lab Keagamaan, Ketua Lab Microteaching, Ketua UPT Perpustakaan,  Ketua CCM (Crisis Center Mahasiswa), semua dosen, staf, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia.

Bapak Prof. Dr. H. Kasinyo Harto, M.Ag selaku dekan FITK dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada nasasumber dan fasilisator di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang. Beliau juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kedatangan tim narasumber, merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan dalam rangka sharing pengalaman terkait peluang-peluang bisnis kedepannya.

Selanjutnya beliau berpesan kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan aktif. Tema yang dipilih sangat bermanfaat kedepannya bagi mahasiswa tentang bagaimana mahasiswa sudah memiliki visi untuk menangkap peluang.

Kuliah Iftitah dan Seminar Motivasi ini di moderatori oleh Ibu Ravensky Yurianty Pratiwi, S.Pd., M.Si.

Sebelum memulai materi Bapak H. Zatrialdi Goechie memutarkan CV terlebih dahulu, CV yang sungguh inspiratif yang membuat para peserta takjub dan termotivasi.

Beliau menyampaikan bahwa jiwa entrepeneur telah Allah tanamkan pada setiap orang sejak lahir. Ada beberapa prinsip untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses antara lain: (1) Asah, yakni mengasah diri dalam memberikan penilaian, mengasah mentar untuk menerima kegagalan. (2) Asih, yakni mencintai dunia beserta isinya setelah cintau pada sang pencipta. (3) Asuh, yakni menolong urusan orang lain maka Allah akan mengurus urusanmu.

Setelah pemaparan materi sesi berikutnya yaitu sesi tanya jawab yang begitu interaktif. Berikut beberapa pertanyaan yang terangkum.

Muhamad Khairul Kalam mahasiswa semeseter IV mengajukan pertanyaan  “Himpunan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia atau yang lebih dikenal dengan chemistry education organization memiliki salah satu devisi yaitu devisi entrepeneur, bagaimana cara menyakinkan teman-teman devisi entrepeneur untuk terus bergerak maju?”

Bapak narasumber memberi jawaban dengan memotivasi mahasiswa untuk memiliki cita-cita, kemudian merealisasikannya secara bertahap.

Ibu Hidayati, Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, mengajukan pertanyaan “bagaimana perjalanan bisnis bapak yang memiliki background Sekolah Menengah Kejurusan jurusan Bangunan dapat membangun bisnis dibidang farmasi?”

Bapak narasumber mendeskripsikan kunci sukses bisnisnya yaitu mengajak kerjasama ahli dibidangnya.

Tri Jayanti, mahasiswa semester VIII mengajukan pertanyaan, “bagaiamana bapak mengatur bisnis ekstrak buah manggis, karena seperti yang diketahui bersama bahwa buah manggis merupakan buah musiman?”

Bapak narasumber menjelaskan bahwa di perusahaannya ekstrak buah manggis diproduksi setiap hari, sehingga beliau membutuhkan 4 ton kulit manggis setiap hari. Untuk itu beliau memiliki supplier dari berbagai kota untuk dijual ke perusahannya. Beliau juga mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara membuat ektsrak buah manggis.

Diskusi berlanjut sangat interaktif, kesimpulan yang didapatkan dari diskusi tersebut antara lain bekerjalah tanpa menyerah, jangan mengorbang integritas, terus melatih dan mengasah kemampuan diri (EJ).

 

 

 

Pelaksanaan CAV (Continuing Assessment Visit) ISO 9001:2015 Prodi Pendidikan Kimia

Rabu, 29 Januari 2020 Tim Audit CAV ISO 9001: 2015 melaksanakan audit pada Program Studi Pendidikan Kimia UIN Raden Fatah Palembang. Wira Prasetya selaku auditor BSI (British Standards Institution) yang melakukan Audit di Program Studi Pendidikan Kimia menyampaikan bahwa pelaksanaan CAV (Continuing Assessment Visit) di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Ilmu hanya dilakukan pada enam Program Studi.

Secara umum audit yang dilaksakanan mengenai sistem penjaminan mutu, auditor juga meminta beberapa data pendukung dan mengklarifikasi temuan yang dulu.

Auditor mengecek Rencana Strategis, Rencana Operasional Program Studi Pendidikan Kimia. Beliau memberikan saran terkait langkah-langkah secara tertulis untuk mencapai indikator pencapai program seperti langkah agar TOEFL yang didapatkan mahasiswa sesuai dengan yang persyaratan.

Auditor juga mengecek kesesuaian antara silabus, RPS, Absen Dosen, Nilai, Soal UTS, Soal UAS dengan sampel Etrie Jayanti, M.Pd sebagai dosen pengampuh mata kuliah Kimia Dasar Lanjut, Moh Ismail Sholeh, M.Pd dengan mata kuliah Kimia Koordinasi dan Pandu Jati Laksono, M.Pd dengan mata kuliah Kimia Anorganik.

Setelah selesai melaksanakan audit, Auditor menyampaikan highligth dan memberikan beberapa masukan antara lain terkait dengan pergantian pengurusan sebaiknya dipersiapkan proses alih yang baik. Kemudian mengenai kuisioner mahasiswa terkait kinerja dosen untuk dapat didistribusikan ke masing-masing dosen. Selanjutnya terkait temuan minor yaitu konsistensi pengecekan dan validasi soal UTS dan UAS. Untuk temuan terdahulu tidak ditemukan lagi pada audit kali ini. (EJ)

Rapat Awal Semester Genap 2019/2020 Prodi Pendidikan Kimia

Kamis, 23 Januari 2020, Program Studi Pendidikan Kimia melaksanakan rapat awal akademik Program Studi semester genap Tahun Akademik 2019/2010. Kegiatan ini dihadari ketua dan sekretaris Program Studi pendidikan kimia beserta semua dosen yang mengajar di Program Studi Pendidikan Kimia.

Bapak Muhammad Isnaini, M.Pd selaku ketua Program Studi mengatakan ada dua fokus kegiatan hari ini yaitu terkait pembagian mata kuliah dan sosialisasi perangkat pembelajaran berbasis KKNI Prodi Pendidikan Kimia. Mata kuliah semester genap tahun akademik 2019/2020 ini antara lain: administrasi dan surpervisi pendidikan, ilmu pendidikan islam, kimia dasar lanjut, ikatan kimia, pengelolaan laboratorium kimia, kimia organik, kimia lingkungan, kewarnagaraan, kimia instrumen, kimia koordinasi, teori belajar dan pembelajaran, pengantar kurikulum, termodinamika, perencanaan pembelajaran kimia, kimia farmasi, kimia sekolah, evaluasi pembelajaran kimia, metode penelitian pendidikan kimia, pengembangan media pembelajaran, model pembelajaran kimia, penelitian tindakan kelas,  KKL.  Mata kuliah TIM antara lain: seminar proposal, KKN, Skripsi. Bapak Muhammad Isnaini juga memotivasi semua dosen untuk memiliki integritas tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selanjutnya Ibu Resti Tri Astuti menyampaikan terkait jadwal mengajar.

Pembahasan mengenai perangkat pembelajaran berbasis KKNI dijelaskan oleh Bapak Moh. Ismail Sholeh selaku ketua Gugus Pengendalian Mutu Prodi (GPMP). Bapak Moh. Ismail Sholeh terlebih dulu memaparkan terkait kalender akademik, kemudian beliau menjelaskan mengenai capaian pembelajaran (learning outcome). Ada empat ranah capaian pembelajaran yaitu sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan. Selanjutnya beliau menjelaskan format dan semua komponen yang ada pada RPS Program Studi Pendidikan Kimia. Beliau juga menjelaskan mengenai e-learning, monitoring soal UTS dan UAS.

Diharapkan dengan adanya rapat awal semester genap 2019/2020 ini semua dosen dapat mempersiapkan perkuliahan yang akan diampuh dengan maksimal. (EJ)

 

Kuliah Kerja Lapangan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Angkatan 2017 di Jakarta, Bandung, Semarang dan Yogyakarta

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia angkatan 2017 melaksanakan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) pada tangal 15-21 Desember 2019 yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta.

Tujuan pertama dari rangkaian kuliah kerja lapangan ini adalah pelatihan pembuatan e-book SEAMOLEC. SEAMOLEC adalah sebuah institusi yang bernaung dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se Asia Tenggara yang bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara.

Semua mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Kimia tertib dan antusias dalam mengikuti setiap petunjuk yang diberikan oleh Trainer.Hasil dari pelatihan ini berupa e-book yang dipresentasikan di akhir kegiatan.

Setelah dari Jakarta, semua peserta KKL bertolak ke Bandung. Tujuan kunjungan pertama di Bandung yaitu Pudak-Scientific. Pudak Scientific merupakan produsen alat peraga pendidikan dan peralatan laboratorium. Di Pudak Scientific ini mahasiswa mendapatkan materi mengenai alat peraga pendidikan kimia untuk SMA, setelah itu mahasiswa diajak untuk melihat Pabrik Pudak dan terakhir mahasiswa melakukan praktikum terkait materi kesetimbangan kimia.

Setelah seharian penuh melakukan kegiatan di Pudak Scientific, keesokan harinya semua perserta KKL berkesempatan untuk melaksanakan kunjungan wisata di Bandung yaitu di Dusun Bambu dan Tangkupan Perahu. Tujuan dari kunjungan wisata untuk me-refresh pikiran dan membuat ilmu yang baru diterima menjadi lebih tercerna dengan baik.

Setelah selesai melakukan kunjungan di Bandung, semua peserta KKL melanjutkan perjalanan menuju Semarang. Di Semarang semua perserta KKL mengunjungi Universitas Negeri Semarang. Di Universitas Negeri Semarang mahasiswa mendapatkan kuliah umum tentang “Implementasi Konservasi dan Lingkungan dalam Perkuliahan” oleh Ibu Sri Kadarwati, Ph.D.  Selain itu Di Universitas Negeri Semarang dilakukan juga kegiatan pendantangan MOU, Sharing Kurikulum Program Studi dan Sharing Pengelolaan Jurnal Program Studi.

Setelah melakukan kunjungan di Universitas Negeri Semarang, rombongan peserta KKL melanjutkan perjalanan ke UIN Walisongo Semarang. Di UIN Walisongo Semarang juga dilakukan penandatangan MOA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang dengan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang. Dikesempatan ini pula dilakukan diskusi terkait kurikulum masing-masing Program Studi, Roadmap penelitian dan pengabdian dosen serta dilakukan juga diskusi terkait sembilan kriteria akreditasi. Dalam kesempatan ini juga Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia UIN Raden Fatah atau yang lebih dikenal Chemistry Education Organization melakukan sharing terkait program kerja dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia UIN Walisongo Semarang.

Setelah melakukan kunjungan di Universitas Negeri Semarang dan UIN Walisongo Semarang, semua peserta KKL melajutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Tujuan pertama di Yogyakarta yaitu mengunjugi UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan di UIN Sunan Kalijaga dibuka langsung oleh Bpk. Karmonto S.Si., M.Sc, dalam sambutanya beliau menyempatkan bermain games mekanika kuantum bersama mahasiswa. Semua mahasiswa terlihat antuisas dalam melakukan games tersebut. Setelah pembukaan, mahasiswa diarahkan untuk melihat laboratorium di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sedangkan TIM Dosen Program Studi Pendidikan Kimia diarahkan menuju ruang rapat untuk melakukan sharing mengenai kurikulum, pengelolaan jurnal, diskusi terkait perjanjian kerja sama yang isinya antara lain pertukaran mahasiswa belajar dengan penyesuaian SKS, pertukaran mengajar dosen dan kuliah tamu, serta kolaborasi riset.

Setelah berkunjung ke UIN Sunan Kalijag Yogyakarta, rombongan KKL berkesempatan melakukan wisata ke Candi Prambanan dan Pantai Parangkusumo.

Semoga melalui kegiatan KKL ini dapat membawa khazanah pengembangan keilmuan dan wawasan bagi semua elemen yang terlibat dalam pelaksanaan KLL (EJ).

 

 

Coaching Clinic Magang III: Pembelajaran Berbasis Riset

Jum’at, 11 November 2019 bertempat di ruang micro teaching II, Program Studi Pendidikan Kimia melakukan kegiatan Coaching Clinic Magang III: Pembelajaran Berbasis Riset yang diperuntukan bagi mahasiswa angkatan 2016.

Coaching Clinic ini dihadiri oleh Bapak Muhammad Isnaini, M.Pd selaku ketua Program Studi Pendidikan Kimia. Ibu DrFebriyanti,S.Ag.,M.Pd.I selaku ketua Kepala Laboratorium Micro Teaching. Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Bapak Moh. Ismail Sholeh, M.Pd, Ibu Etrie Jayanti, M.Pd, dan Ibu Ravensky Yurianty Pratiwi, S.Pd., M.Si.

Bapak Muhammad Isnaini, M.Pd membuka kegiatan coaching clinic ini dengan memberikan sambutan dan pengarahan. Beliau menyampaikan bahwa magang Kependidikan hakikatnya merupakan matakuliah yang memberikan wawasan dan pengalaman praktis kepada mahasiswa kependidikan mengenai kegiatan pembelajaran nyata di kelas, sehingga menguasai berbagai kompetensi dalam melaksanakan tugas sesuai bidang keahliannya. Kegiatan pembelajaran tersebut meliputi observasi budaya sekolah/madrasah dan kegiatan pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian dalam pembelajaran. Selain itu pada magang III ini mahasiswa diharapkan dapat memulai riset atau mencari permasalahan awal sebagai bahan untuk membuat karya ilmiah dalam bentuk skirpsi.

Selanjutnya Bapak Moh Ismail Sholeh, M.Pd memberikan penjelasan secara umum mengenai  penilaian program magang iii : pembelajaran berbasis riset (PBR). Ibu Etrie Jayanti, M.Pd memberikan pengarahan mengenai instrumen penilaian RPP dan Ibu Ravensky memberikan pengarahan terkait instrumen penilaian pelaksanaan magang. Ibu DrFebriyanti,S.Ag.,M.Pd.I memberikan pengarahan mengenai pelaksaan teknis dalam melaksanakan magang III.

Semua rangkaian coaching clinic ini berlanjar lancar, semua mahasiswa terlihat tertib dan antusias mengikuti segala rangkaiannya (Ej).

Empat Hasil Penelitian Dosen Program Studi Pendidikan Kimia Diseminar Hasilkan

Kamis, 31 Oktober 2019 Dosen Program Studi Pendidikan Kimia melaksanakan seminar hasil sebagai salah satu bentuk tanggung jawab peneliti penerima BOTPN 2019 Kementerian Agama Republik Indonesia. Seminar ini menghadirkan narasumber yaitu bapak Suprayetno, S.Si., M.T dosen tetap STIKES Aisyah Palembang dan reviewer yaitu ibu Maya Panorama, Ph.D. Seminar hasil ini juga dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia.

Judul penelitian pertama yang dipresentasikan yaitu “Implementasi Lesson Study Untuk Meningkatkan Pelaksaan Pendekatan Saintific Guru Kimia di MAN Aliyah Al-Fatah (MAF) dan MAN 2 Palembang”. Penelitian ini diketuai oleh Bapak Muhammad Isnaini, M.Pd dengan anggota Ibu Wiwid Pungki Ningrum, M.Pd.

Selanjutnya Ibu Resti Tri Astuti, M.Pd mempresentasikan hasil penelitiannya dengan judul “Relevansi Kegiatan Praktikum dengan Teori Pada Perkuliahan Kimia Dasar Lanjut”.

Setelah Ibu Resti Tri Astuti, M.Pd mempresentasikan hasil penelitiannya, selanjutnya Bapak Moh. Ismail Sholeh, M.Pd selaku ketua yang beranggotakan Yeva Olensia, M.Pd mempresentasikan judul penelitian yang berjudul “Strategi dan Implementasi Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) berbasis Lesson Study bagi Guru MAN 1 Oku Timur”.

Peneliti selanjutnya yang mempresentasikan hasil penelitiannya yaitu Ibu Etrie Jayanti, M.Pd dengan judul “Pengembangan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada Materi Koloid”

Judul hasil penelitian yang terakhir dipresentasikan yaitu “Pengembangan Three-Tier Multiple Choice Test pada Materi Kesetimbangan Kimia Mata Kuliah Kimia Dasar Lanjut” oleh Pandu Jati Laksono, M.Pd

Seminar hasil ini berjalan lancar, narasumber dan reviewer memberikan masukan yang membangun terhadap hasil penelitian. Mahasiswa yang menjadi peserta seminar terlihat antusias memperhatikan setiap paparan peneliti. Keempat hasil penelitian tersebut nantinya akan diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi (EJ).